12 Maret 2017

Setengah Penduduk Desa Masih dibawah Garis Kemiskinan

Ayo Bangun Desa - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menegaskan, akan mensinergikan program kemandirian desa dengan 19 Kementerian/Lembaga (K/L). Komitmen tersebut dengan meneruskan pembangunan dan kemandirian desa dengan memberikan penguatan. 
Ilustrasi: Kerja membangun jalan
Pemerintah menargetkan 5.000 desa sejahtera mandiri di tahun 2019 mendatang. Menurut Eko, daya dorong desa sejahtera mandiri semakin besar. "Penguatan kita sesuaikan dengan masing-masing potensi desa. Bisa di bidang pertanian, pariwisata dan budayanya," ujar Eko Putro Sandjojo usai mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meresmikan desa sejahtera mandiri, di Malang, Jawa Timur, Minggu (12/3). 

Eko menyambut baik program 5.000 desa mandiri. Dia sangat berterimakasih dengan Kementerian Sosial yang berkontribusi pada program tersebut. "Kami sangat berterimakasih dengan Kemensos, apalagi soal desa menjadi tanggung jawab kami," katanya. 

Lebih jauh Eko mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun sayang, kondisi ekonomi masyarakat desa 50 persen masih di bawah garis kemiskinan. Dengan program dana desa (DD), menurut Eko, pembangunan di daerah dapat lebih ditingkatkan. 

Dikatakan Eko, pemerintah konsen membangun dari daerah. Salah satunya, dengan meningkatkan alokasi Dana Desa (DD). Pada tahun 2016 lalu, setiap desa berhak menerima DD Rp 600 hingga Rp 700 juta. Sementara tahun 2017 ini, alokasi DD ditingkatkan menjadi Rp 46,98 triliun. 

Setiap desa, dikatakannya berhak menerima DD Rp 800 hingga Rp 900 juta. "Tahun depan DD akan ditingkatkan lagi menjadi Rp 120 Triliun, setiap desa mendapatkan DD sebesar Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,8 triliun plus Alokasi Dana Desa (ADD)," jelas Eko. 

Untuk pengawasan, lanjut Eko masyarakat harus dilibatkan. Sementara pemerintah desa secara transparan mengumumkan DD dengan memasang baliho di tiap kantor desa masing-masing. 

Untuk menunjang peningkatan potensi desa, menurut Eko pihaknya akan membangun sarana pasca panen. Sementara setiap desa harus mendukung dengan mengembangkan satu produk unggulan. "Kami akan memberikan insentif kepada desa yang sudah mengembangkan 1 produk unggulan. Insentif itu berupa bibit gratis, pupuk hingga sarana lain," katanya. 

Di tempat yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Kemensos menjadi leading sector untuk 100 desa sejahtera mandiri di tahun 2015 lalu. Sementara tahun 2016 bertambah 20 desa. Pendekatan desa sejahtera mandiri oleh Kemensos, menurut Khofifah dengan memberikan pendekatan penguatan pemberdayaan ekonomi kreatif. 

Pendekatan tersebut, lanjut Khofifah melibatkan perguruan tinggi (PT). Yakni dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara berjenjang. "Desa sejahtera mandiri, selanjutnya kita serahkan ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi," ujar Khofifah Indar Parawansa. 

Program desa sejahtera mandiri berbasis kearifan lokal, dikatakan Khofifah bisa menjadi role model penguatan desa mandiri lainnya. Tugas Kemensos lainnya adalah membangun keserasian sosial. Sehingga, bisa mencegah bila muncul potensi kemungkinan ketidakserasian di desa.  

"Kami kembangkan desa sejahtera mandiri dengan membangun kesenian lokal. Sehingga, potensi-potensi ketidakserasian tersebut bisa direduksi," katanya. (*)

Jawapost.com

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon