9 Januari 2017

Holding BUMDes Ditargetkan Terbentuk Pertengahan 2017

Ayo Bangun Desa - Pemerintah akan membentuk holding company (perusahaan induk) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) skala nasional.
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menargetkan holding BUMDes skala nasional terbentuk Juni 2017 mendatang
Holding BUMDes/Ilustrasi
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menargetkan holding BUMDes skala nasional terbentuk Juni 2017 mendatang. 

Menteri Desa Eko Putro Sandjojo mengatakan pembentukan holding BUMDes ini untuk mendorong pengembangan ekonomi desa secara merata.


"BUMDes ini, supaya bisa berkembang, maka kita akan bentuk holding di tingkat nasional. Supaya bisa mendapatkan pendampingan yang sama. Karena BUMDes yang sukses punya resources (sumber daya)," kata Eko di Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017).

BUMDes merupakan badan usaha dimana seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalu penyertaan secara langsung dari kekayaan desa yang dipisahkan. Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa menyebutkan fungsi BUMDes adalah mengelola aset, jasa pelayanan maupun usaha lain untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Pemerintah pusat menyarankan kepada pemerintah tingkat desa agar tidak hanya menggunakan dana desa yang dikucurkan langsung dari pusat untuk pembangunan infrastruktur, tapi juga untuk membentuk dan mengembangkan BUMDes. 

Eko mengatakan saat ini konsep Holding BUMDes tingkat nasional masih dibahas bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, BUMN lebih ahli dalam pembentukan sebuah korporasi.

"Kita sekarang dibantu BUMN menargetkan 1,500 BUMDes per tahun, tapi itu kan lama. Dengan kita bikin holding BUMDes, tiap desa punya jaminan ada KPI (Key Performance Indikators/indikator kinerja) masing-masing," kata Eko.

Baca: Ikhtiar untuk BUM Desa yang Berdaya

Selain pendampingan, holding BUMDes skala nasional juga untuk membangun jaringan antar desa. Holding BUMDes nantinya akan mengkoordinasi 75 ribu BUMDes. Setiap BUMDes sedikitnya membawahi 5 koperasi.

"Berarti ada ratusan ribu distribution point kan. Nanti BUMDes tidak akan kesulitan mencari suplier dan suplier akan berlomba-lomba masuk BUMDes," jelasnya. (Berita KBR)

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon